Langsung ke konten utama

Postingan

Tete Koneng karya Giroth Wuntu

Tete Koneng, seorang yang tampan penuh wibawa, serta anggota masyarakat yang dihormati, yang kukenal sejak masa kanak-kanakku kurang lebih empat puluh tahun yang lampau, dan telah meninggal dunia beberapa tahun sesudah tanah air kita lepas dari penjajahan. Ada beberapa catatan kecil yang ingin kusajikan pada generasi mendatang, tentang gerak langkah dan tingkah laku manusia unik ini, yang sekalipun ia merupakan pokok yang penuh pertentangan bagi sementara orang, namun ia tetaplah bagaikan sebongkah batu gunung, kalau saja ia belum dapat dijuluki bukit batu dan sekalian mercusuar dalam skala kota kami yang kecil Tondano, terutama penonjolannya pada saat sebagian rakyat Minahasa sedang timbul tenggelam dan linglung, diterpa gejolak perjuangan sekitar Proklamasi 1945 karena adanya Twapro dan Hoofden Bond -nya. Berikut empat cerita yang terdapat dalam buku fiksi yang berjudul Tete Koneng: Tete Koneng Sebongkah Batu Gunung Tete Koneng Seorang Pejuang Tete Koneng di rumah duka ...

Manado: Kota Pariwisata atau Kota Sampah?!

Akankah manado di tahun 2010 dapat mencapai cita-cita sebagai kota pariwisata dunia? Adakalanya pertanyaan ini sering menjanggal dalam hati kita sebagai warga kota yang menyaksikan langsung keadaan lingkungan kota manado. Tentu saja yang amat terkait dalam masalah lingkungan kota manado adalah tentunya tentang masalah bersih tidaknya lingkungan kita. Sangat senang dengan berbagai kebijakan pemerintah tentang penanganan lingkungan terlebih khusus yaitu lingkungan kota. Dengan adanya peraturan batas waktu pembuangan sampah, adanya tong-tong sampah yang tersedia di pinggiran jalan walaupun hanya di pinggir jalan raya saja, namun ini lebih baik di banding dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi apakah hal ini sudah menjadi salah satu syarat adanya pencegahan lebih lanjut dari kebersihan kota manado? Masalah lingkungan tentunya ada kaitannya dengan masalah sampah karna sampah merupakan salah satu yang dipermasalahkan akhir-akhir ini. Berbagai kegiatan sering di selengg...

SAMPAH DAN DAUR ULANG

Kalau di Indonesia daur ulang baru menjadi trend kira-kira beberapa tahun yang lalu, di Swiss daur ulang sudah menjadi gaya hidup. Sebagai negara kecil yang mempunyai sumber energi dan alam yang terbatas, Swiss berusaha untuk menghemat sumber tersebut. Semua serba dihemat, air, kayu, kertas, kain, botol plastik, kaleng, gelas, sampe sampah biologis. Yang namanya tong sampah di sini macam-macam bentuk dan warnanya. Banyak tong sampah yang dikhususkan untuk satu jenis sampah saja.  Ngomong-ngomong tentang sampah, Swiss bersih banget!! Gimana nggak bersih, tiap 100 meter ada tong sampah. Tiap pagi ada mobil warna orange (di Jenewa, di kota laen mobilnya laen warnanya) yang ngumpulin sampah dari tong-tong sampah di pinggir jalan. Terlebih lagi, beberapa hari sekali, banyak mobil sapu (truk kecil yang ada sapunya buat bersihin jalan atau trotoar) berkeliaran di jalan. Bayangin aja, jalan mobil aja disapu, jadi yang namanya jalan itu jarang banget ada sampah bertebaran. Trotoar ju...

"Pencagaralaman"

oleh Prof. Dr. Ir. Otto Soemarwoto Pencagaralaman adalah padanan nature conservation . Kata cagar alam telah lama digunakan dan telah menjadi baku. Cagar alam adalah sebidang lahan yang dijaga untuk melindungi fauna dan flora yang ada di dalamnya. Di dalam cagar alam tidak dibolehkan adanya segala jenis eksploitasi. Mencagar ( to conserve ) adalah pengawetan atau pelestarian. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia 'cagar' berarti benda yang dipakai sebagai tanggungan pinjaman atau hutang. 'Mencagar' berarti memberikan barang sebagai tanggungan pinjaman. Apabila dihubungkan dengan arti cagar alam sesuai dengan konsep, bumi bukanlah milik kita , melainkan milik anak cucu kita . Kita hanyalah meminjamnya dari anak cucu kita dan harus mengembalikannya kepada mereka dalam keadaan yang baik. Bahkan harus lebih baik dari semula sebagai pembayaran bunganya. Cagar alam itu merupakan tanggungan atau pinjaman, bahwa kita akan mengembalikan pinjaman itu. Sejak manusia ada ...

GAMBARAN MASYARAKAT JERMAN DI JAMAN HITLER (3)

PEMBERSIHAN PERWIRA PASUKAN BADAI (1934) Rakyat Jerman hanya perlu kurang dari 12 minggu dalam kekuasaan Hitler untuk melihat apa jadinya status Yahudi di negara Nazi yang baru ini. Pada tanggal 1 April 1933, partai memboikot semua toko milik Yahudi selama sehari penuh. Nazi menjadikan golongan Yahudi sebagai kambing hitam atas kekalahan pada PD I dan banyak kegagalan lainnya. Kebayakan rakyat Jerman membiarkan hal tersebut karena menganggapnya sebagai bagian dari revolusi. Pada bulan-bulan awal kekuasaan Nazi, orang-orang Yahudi Jerman juga menjadi korban dari serangan dan kekerasan dari Pasukan Badai (SA). Pasukan itu juga mengambil langkah keras lain. Pada tahun 1933, bersama-sama dengan pelajar yang bersimpati, SA melakukan pembakaran massal buku-buku “terlarang”, terutama yang dibuat oleh penulis Yahudi. Lebih jauh lagi, Ernst Julius Rohm, pemimpin tertinggi Pasukan Badai, juga menuntut agar pasukannya dimasukkan ke dalam pasukan militer Jerman reguler. Militer menolak keras i...

GAMBARAN MASYARAKAT JERMAN DI JAMAN HITLER (2)

GEJOLAK PEREKONOMIAN JERMAN (1930) Pada pertengahan 1920-an ekonomi Jerman pulih dan inflasi mulai berkurang. Pemerintahan Weimar yang berkuasa berhasil menyelesaikan masalah pergantian kerugian perang dengan meminjam uang dari Amerika Serikat. Namun, ada sejumlah rakyat Jerman yang tidak setuju dan menyebut peristiwa ini sebagai “kemerosotan Weimar”. Mereka bergabung dengan kelompok nonpolitik seperti Wandervogel yang menyerukan untuk kembali ke cara hidup lama yang lebih sederhana. Nazi memanfaatkannya dan ikut mensosialisasikan gerakan untuk kembali ke nilai lama ini (gerakan ini tetap bertahan ketika Nazi berkuasa dalam sebuah kelompok yang dinamakan Hitler-Jugend, “Kelompok Muda Hitler”). Pada pertengahan tahun 1920-an, partai Nazi menjadi sebuah partai kecil yang radikal. Program partai mereka menjanjikan bahwa jika Nazi berkuasa, Yahudi Jerman, yangh dianggap berada dibalik 'Perjanjian Versailes', akan dicabut kewarganegaraannya, atau bahkan diusir dari negara terse...

GAMBARAN MASYARAKAT JERMAN DI JAMAN HITLER (1)

Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP adalah sebuah partai politik yang pernah dimiliki oleh Jerman yang didirikan pada tahun 1920 dan berbasis di Munchen. Sebelum itu bernama Deutsche Arbeiterpartei (Partai Buruh Jerman), nama partai itu diubah atas desakan Adolf Hitler untuk memasukkan eleman nasional sosialisme. Lambang resmi NSDAP adalah Swastika. NSDAP adalah kekuatan politik utama dalam Nazi Jerman sejak kejatuhan Republik Weimar pada tahun 1933 hingga akhir Perang Dunia II pada tahun 1945, ketika dideklarasikan ilegal dan para pemimpinnya ditangkap dan dikenai tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan melalui Pengadilan Nurenberg. Para penganut dan pelaksana Partai Nazi telah mengangkat sebuah ideologi politik baru, biasa dikenal sebagai “Naziisme”. MASA AWAL MUNCULNYA PAHAM ANTI-SEMIT Nazisme muncul sebagai akibat dari Perang Dunia I. Pada 11 November 1918 secara mengejutkan bagi pasukan garis depan Jerman (Tentara Raterepublik), perang tiba-tiba berakhi...

Riwayat Hidup Wolfgang Borchert

Wolfgang Borchert dilahirkan di Hamburg pada tanggal 20 Mei 1921. Ayahnya bernama Fritz Borchert, seorang guru sekolah dasar di Hamburg-Eppendorf, dan ibunya bernama Hertha Salchow, seorang pengarang. Pada tahun 1928 Wolfgang Borchert mulai masuk sekolah dasar dan empat tahun kemudian ia memasuki Oberrealschule di Hamburg-Eppendorf. Pada tahun 1938 ia meninggalkan sekolah lanjutan atas dan atas keinginan ayahnya ia belajar berdagang buku pada Heinrich Boysen dari tahun 1939-1941 dan dalam waktu senggangnya ia belajar sandiwara pada Helmuth Gmelin, karena sebenarnya ia ingin sekali menjadi seorang aktor. Pada tahun 1940 ia berhasil meraih kemenangan dalam bermain sandiwara. Ia diterima bermain pada teater Hannover. Tetapi pada tahun yang sama ia ditangkap gestapo, yaitu polisi rahasia jaman Nazi, karena syair-syairnya dianggap bertentangan dengan politik Nazi. Pada tahun 1941 ia masuk dinas militer dan kemudian dikirim ke Front Timur. Pada tahun 1942 ia terkena sera...